Minggu, 29 Januari 2012

Akuntansi Kas ( Petty Cash)

  1. Kas Kecil (Petty Cash)
Merupakan uang yang dicadangkan oleh perusahaan untuk membayar pengeluaran yang sifatnya  rutin tapi jumlah rupiahnya relative kecil
Petty Cash memiliki beberapa karakteristik yaitu :
  1. Jumlahnya dibatasi tidak lebih atau tidak kurang dari suatu jumlah tertentu yang telah ditentukan oleh manajemen perusahaan. Tentunya masing-masing perusahaan menetapkan jumlah yang berbeda sesuai dengan sekala operasional perusahaan
  2. Dipergunakan untuk mendanai transaksi kecil yang sifatnya rutin setiap hari
Metode Pencatatan Kas Kecil
Imprest Fund System (Sistem Dana Tetap)
Dengan metode ini, kas kecil yang dicadangkan oleh perusahaan bersifat tetap, kecuali perusahaan menghendaki perubahan jumlah kas kecil, misalnya perusahaan merasakan kas yang sudah dicadangkan ternyata kurang memenuhi sehingga perlu ditambah lagi cadanganya. Dan dengan begitu maka harus dilakukan penyesuaian atas penambahan atau pengurangan tersebut.
Fluctuation Fund System (Sistem dana Tidak Berubah)
Nah, system ini menghendaki bahwa jumlah kas kecil tidak ditetapkan tetapi sesuai dengan kebutuhan. Misal, pada waktu membuat kebijakan pertama kali perusahaan menetapkan jumlah kas kecil sebesar Rp. 1.000.000, kemudian digunakan sesuai dengan kebutuhan dan kemudian diisi kembali. Nah, pada saat pengisian,  kalau menggunakan system dana tetap, maka jumlah amount harus sama dengan saldo awal sedangkan pada system fluktuasi, jumlah pengisianya tidak harus sama dengan jumlah sebelumnyayaitu bisa kurang ataupun lebih.
Perbedaan Sistem Imprest dengan Sistem Fluktuasi
PointImprest MethodFluctuation Method
Pembelanjaan Kas KecilTidak ada jurnal, Hanya membuat bukti pembayaran sebagai bukti pengeluaran kas.Harus di Jurnal sesuia dengan expense nya
Pengisian KembaliSesui dengan rekening ledger, sehingga pengisianya harus sesuai dengan kebijakan perusahaan dan sesuai dengan jumlah kas kecil saat pertama kali dibentuk
Pengisian susuai dengan yang dibutuhkan
Cara Penjurnalan
KeteranganImprest SystemFluctuation System
DrCrDrCr
Pembentukan kas kecilPetty CashCashPetty CashCash
Pemakaian Kas KecilNo EntryNo EntryExpensePetty Cash
Pengurangan Kas kecilCashPetty CashCashPetty Cash
Penambahan KAs kecilPetty CashCashPetty CashCash
Pengisian KembaliExpenseCashPetty CashCash

Sabtu, 28 Januari 2012

Bentuk Laporan Keuangan Perusahaan Dagang

HARGA POKOK PENJUALAN (HPP)


1. Pengertian Harga Pokok Penjualan.

Yang dimaksud dengan harga pokok penjualan adalah seluruh biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh barang yang dijual atau harga perolehan dari barang yang dijual.


Ada dua manfaat dari harga pokok penjualan.
1. Sebagai patokan untuk menentukan harga jual.
2. Untuk mengetahui laba yang diinginkan perusahaan. Apabila harga jual lebih besar dari harga pokok penjualan maka akan diperoleh laba, dan sebaliknya apabila harga jual lebih rendah dari harga pokok penjualan akan diperoleh kerugian.


2. Rumus Menghitung Penjualan Bersih.
Penjualan dalam perusahaan dagang sebagai salah satu unsur dari pendapatan Perusahaan. Unsur-unsur dalam penjualan bersih terdiri dari:
- penjualan kotor;
- retur penjualan;
- potongan penjualan;
- penjualan bersih.
Untuk mencari penjualan besih adalah sebagai berikut:
Penjualan bersih = penjualan kotor – retur penjualan – potongan penjualan.

Contoh:
Diketahui penjualan Rp. 25.000.000,-
Retur penjualan Rp. 125.000,-
Potongan penjualan Rp. 150.000,-
Hitunglah penjualan bersih!
Penjulan bersih = Rp. 25.000.000,- – Rp. 125.000,- – Rp. 150.000,- = Rp. 24.725.000,-

3. Rumus Menghitung Pembelian Bersih.
Pembelian bersih adalah sebagai salah satu unsur dalam menghitung harga pokok penjualan.
Unsur-unsur untuk menghitung pembelian bersih terdiri dari:
- pembelian kotor;
- biaya angkut pembelian;
- retur pembelian dan pengurangan harga;
- retur pembelian;
- potongan pembelian.
Untuk menghitung pembelian bersih dapat dirumuskan sebagai berikut:
Pembelian bersih = pembelian + biaya angkut pembelian – retur pembelian – potongan pembelian.

4. Rumus Menghitung Harga Pokok Penjualan.
Untuk menghitung harga pokok penjualan harus diperhatikan terlebih dahulu unsur-unsur yang berhubungan dengan harga pokok penjualan.
Unsur-unsur itu antara lain:
- persediaan awal barang dagangan;
- pembelian;
- biaya angkut pembelian;
- retur pembelian dan pengurangan harga;
- potongan pembelian

Rumus harga pokok penjualan:
HPP = Persediaan awal barang dagangan + pembelian bersih – persediaan akhir
HPP = Barang yang tersedia untuk dijual – persediaan akhir

Keterangan :
Barang yang tersedia untuk dijual = Persediaan awal barang dagangan + pembelian bersih.
Pembelian bersih = Pembelian + biaya angkut pembelian – retur pembelian – potongan pembelian.
Atau
Barang yang tersedia untuk dijual = Persediaan awal + pembelian + beban angkut
Pembelian – retur pembelian – potongan pembelian.
Persediaan akhir barang yang tersedia (dikuasai) pada akhir periode akuntansi.
Untuk menghitung Harga Pokok Penjualan.
Perhatikan bagan di bawah ini.


5. Pengertian Laporan Laba Rugi
Laporan laba rugi adalah laporan yang menyajikan sumber pendapatan dan beban suatu perusahaan (dagang) selama periode akuntansi.
Untuk Menghitung laba rugi perusahaan adalah:
Laba bersih = laba kotor – beban usaha.
Beban uasaha dalam perusahaan dagang ada dua kelompok.
1. Beban penjualan ialah biaya yang langsung dengan penjualan.
2. Beban administrasi/umum ialah biaya-biaya yang tidak langsung dengan penjualan.
Untuk menghitung laba kotor adalah:
Laba kotor = penjualan bersih – harga pokok penjualan.
Sedangkan untuk menghitung penjualan bersih adalah :
Penjualan bersih = penjualan – retur penjualan dan pengurangan harga – potongan penjualan.

6. Menyusun Laporan Laba Rugi.
Laporan laba rugi dapat disajikan dalam dua bentuk yaitu single step dan multiple step.
A. Single Step/Langsung.

Laporan single step/langsung yaitu laporan laba rugi di mana semua pendapatan dijumlahkan menjadi satu, demikian juga untuk bebannya, kemudian dicari selisihnya untuk mengetahui laba atau rugi.
B. Multiple Step (Bertahap)
Laporan laba rugi bentuk multiple step (bertahap) adalah laporan laba rugi dengan mengelompokkan atau memisahkan antara pendapatan usaha dan pendapatan di luar usaha, dan memisahkan pula antara beban usaha dan beban di luar usaha, baru kemudian dicari selisihnya sehingga akan diperoleh laba atau rugi usaha.
7. Perusahaan Unsur Laporan Perubahan Modal.
Laporan perubahan modal adalah laporan keuangan yang menyajikan perubahan modal selama satu periode akuntansi.
Perubahan modal diakibatkan oleh adanya pengambilan pribadi, diperolehnya laba, dideritanya kerugian atau adanya setoran pribadi.
Unsur-unsur laporan perubahan modal yaitu:
- modal awal
- laba atau rugi
- pengambilan pribadi
- setoran pribadi
- modal akhir.

8. Unsur-unsur Laporan Neraca.
Neraca adalah laporan keuangan yang menyajikan posisi ruangan perusahaan pada saat tertentu unsur-unsur neraca terdiri dari :
- harta
- kewajiban/utang
- modal
Bentuk laporan neraca terdiri dari dua bentuk yaitu bentuk laporan dan bentuk scontro/sebelah menyebelah.

Bentuk Laporan Keuangan Perusahaan Jasa

Laporan Laba-Rugi Perusahaan Jasa

A. Pengertian Laporan Laba-Rugi
Laporan Laba-Rugi adalah suatu bentuk laporan keuangan yang menyajikan informasi hasil usaha perusahaan yang isinya terdiri dari pendapatan usaha dan beban usaha untuk satu periode akuntansi tertentu.Unsur-unsur laporan laba-rugi, yaitu:
1. Pendapatan
2. Beban


B. Bentuk Laporan Laba-Rugi
Laporan Laba-Rugi dapat dibuat dalam dua bentuk, yaitu:
1. Bentuk Single Step atau Langsung
Semua pendapatan dikelompokkan tersendiri di bagian atas dan dijumlahkan, kemudian semua beban dikelompokkan tersendiri di bagian bawah dan dijumlahkan. Jumlah pendapatan dikurangi jumlah beban, selisihnya merupakan laba bersih atau rugi bersih.
2. Bentuk Multiple Step atau Tidak Langsung
Pendapatan dibedakan menjadi pendapatan usaha dan pendapatan di luar usaha, demikian juga beban dibedakan menjadi beban usaha usaha dan beban di luar usaha. Pendapatan dan beban usaha disajikan pertama, pendapatan dan beban di luar usaha disajikan kemudian.

C. Langkah-langkah Penyusunan Laporan Laba-Rugi
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menyusun Laporan Laba-Rugi:
1. Judul Laporan
* Menuliskan nama perusahaan, nama laporan, dan periode laporan di tengah atas halaman
2. Isi Laporan
Bentuk single step:
* Menuliskan semua pendapatan
* Menuliskan semua beban
* Menghitung selisih pandapatan dan beban, jika pendapatan lebih besar dari pada beban maka selisihnya disebut laba bersih dan jika sebaliknya maka selisihnya disebut rugi bersih.
Bentuk multiple step:
* Menuliskan pendapatan usaha
*Menuliskan beban usaha
* Menghitung selisih pandapatan dan beban usaha, jika pendapatan usaha lebih besar dari pada beban usaha maka selisihnya disebut laba usaha dan jika sebaliknya maka selisihnya disebut rugi usaha.
* Menuliskan pendapatan usaha
* Menuliskan beban usaha
* Menghitung selisih pandapatan dan beban usaha, jika pendapatan usaha lebih besar dari pada beban usaha maka selisihnya disebut laba usaha dan jika sebaliknya maka selisihnya disebut rugi usaha.
* Menuliskan pendapatan di luar usaha
* Menuliskan beban di luar usaha
* Menghitung selisih pendapatan dan beban di luar usaha, jika pendapatan di luar usaha lebih besar dari pada beban di luar usaha maka selisihnya disebut laba di luar usaha dan jika sebaliknya maka selisihnya disebut rugi di luar usaha.
* Menghitung laba (rugi) usaha dengan laba (rugi) di luar usaha, hasilnya disebut laba (rugi) bersih sebelum pajak.
* Laba bersih sebelum pajak dikurangi dengan pajak penghasilan yang dikenakan dan hasilnya disebut laba bersih setelah pajak.

D. Contoh Laporan Laba-Rugi
Bentuk Single Step:













Bentuk Multiple Step:












 

Bentuk2 Laporan Keuangan

Kalau kita menelusuri bentuk laporan dari beberapa perusahaan, akan kita temukan berbagai macam bentuk laporan. Laporan tersebut dapat kita golongkan ke dalam dua kelompok yaitu laporan operasional dan laporan keuangan. Laporan operasional digunakan untuk mengawasi aktivitas perusahaan dan diprint-out langsung oleh bagian yang terkait langsung dengan aktivitas tersebut serta laporan operasional sering tidak dilengkapi dengan satuan nilai mata uang. Namun tidak berarti laporan operasional tidak memerlukan satuan nilai mata uang tersebut. Bentuk laporan operasional sangat tergantung pada jenis operasional perusahaan dengan kecederungan pengukuran menggunakan satuan volume.    Laporan keuangan adalah laporan yang menyangkut asset perusahaan dan perubahannya. Laporan keuangan mempunyai bentuk standar dan aturan, prosedur yang harus dipenuhi dan dibuat oleh bagian akuntansi.
Laporan akuntansi utama adalah Neraca (Balanced), Laporan Rugi laba (income statement) dan Laporan perubahan modal (Capital Statement)
Menurut PSAK No.1 Revisi 98, Pragraph 07 :
Laporan keuangan yang lengkap terdiri dari komponenkomponen berikut ini:
a) neraca,
b) laporan laba-rugi,
c) laporan perubahan ekuitas,
d) laporan arus kas,
yaitu laporan secara systematis yang menggambarkan posisi keuangan dari suatu perusahaan meliputi Assets (harta), Liabilities (hutang) dan Capital (modal). Bentuk neraca  harus memenuhi persamaan akuntansi  dan umumnya bebentuk:
Skontro/Horizontal. Dalam bentuk ini aktiva (harta) diletakan disebelah kiri sedangkan passiva (liabities+modal) diletakan disebelah kanan
Report form/Laporan. Dalam bentuk ini aktiva (harta) diletakan disebelah atas sedangakan passiva (liabities+modal) diletakan disebelah bawah
Laporan perubahan Modal (Capital Statement)  yaitu laporan yang menggambarkan akibat adanya selisih perhasilan dengan biaya dan unsur lainnya misalnya tambahan investasi (additional investment) atau pengambilan (withdrawals).
Masih terdapat bentuk lain asalkan tidak menyimpang dari persamaan akuntansi.
Neraca umumnya dibuat pada akhir periode akuntansi (akhir tahun) dan akhir periode (bulanan) dan dalam system akuntansi komputer neraca dapat dususun setiap saat bila diperlukan dan metode akuntansi perpetual memungkinkan neraca dapat divisual setiap saat.
Laporan Rugi laba (income statement)
yaitu laporan systematis yang menggambarkan selisih penghasilan (reveneus) dengan Biaya (Expenses)

Kamis, 26 Januari 2012

Baru Di Ambil










Selasa, 24 Januari 2012

Refresh dulu ah...

 Narsis Akh..
ayyu
cii bungsu

atteu arel

anak manja

nu geulis

Pembagian Akun - Akun

 1000 AKTIVA
1010 KAS Operasi Account
1020 KAS debitur
1030 Petty Cash 
1200 PIUTANG
1210 Perdagangan
1220 Perdagangan Catatan Piutang
1230 Piutang Angsuran
1240 Laba ditahan
1290 Penyisihan Piutang Tagihan
1500 PERSEDIAAN  (Inventory)
1310 Inventory : Reserved
1320 Work-in-Progress
1330 Barang Jadi
1340 Barang dicadangkan (kerugian)
1350 Yang belum ditagihkan Biaya & Biaya
1390 Cadangan Barang Rusak
1400 AKTIVA LANCAR LAIN &
1410 Pembayaran Asuransi
1420 Pembayaran Pajak
1430 Perbaikan & Pemeliharaan
1440  Sewa
1450 Simpanan


1500 AKTIVA TETAP
1510 Bangunan
1520 Mesin & Peralatan
1530 Kendaraan
1540 Peralatan komputer
1550 Furniture & Fixtures
1560 Perbaikan kantor disewa
1600 AKUMULASI PENYUSUTAN & AMORTISASI
1610 Akumulasi Depresiasi/Apresiasi  Bangunan
1620 Mesin & Peralatan
1630 Akumulasi Depresiasi Kendaraan
1640 Akumulasi Depresiasi Peralatan Komputer
1650 Akumulasi Depresiasi Furnitur
1660 Akumulasi Depresiasi Perbaikan Kantor dan Rumah Dinas
 1700 PIUTANG LANCAR
1710 Catatan Piutang
1720 Piutang Angsuran
1730 Pembayaran Proyek/Kontrak yang ditahan
1800 piutang antar perusahaan
1900 AKTIVA LANCAR NON-LAIN
1910 Biaya Organisasi
1920 Paten & Lisensi
1930 Aktiva tidak berwujud : Biaya Perangkat Lunak Kapitalisasi 2000 KEWAJIBAN
2100 HUTANG
2110 Kewajiban Perdagangan
2120 A/P masih harus dibayar Hutang Usaha
2130 Kewajiban yang masih harus dibayar/Ditahan
2150 yang jatuh tempo dari Hutang Jangka Panjang
2160 Bank Wesel Bayar
2170 Konstruksi Pinjaman Hutang
2200 KOMPENSASI MASIH HARUS & HUBUNGAN ITEMS
2210 Kompensasi yang masih harus dibayar.
2220 Komisi yang masih harus dibayari
2230 Pembayaran Pajak Karyawan yang yang masih harus dibayar
2280 Kompensasi Kesehatan
2285 Kontribusi Karyawan
2300 BEBAN MASIH HARUS DIBAYAR.
2310 Sewa
2320 Bunga
2330 Pajak Harta/Properti
2340 Beban Garansi
2500 PAJAK MASIH HARUS DIBAYAR
2510 Pajak Daerah
2520 Pajak yang masih harus dibayar
2530 yang masih harus dibayar - Waralaba Pajak
2540 Pajak yang ditangguhan
2550 Pajak Penghasilan Tangguhan Negara
2600 PAJAK TANGGUHAN
2700 UTANG JANGKA PANJANG
2710 Catatan Hutang
2720 Mortgages Hutang
2730 Angsuran Hutang Catatan
2800 HUTANG
2900 Bukan KEWAJIBAN LANCAR LAINNYA
3000 EKUITAS


3100 Saham Biasa
3200 Saham Yang Dipilih.
3300 Modal Disetor
3400 Modal Mitra
3500 Kontribusi Anggota
3900 Saldo Laba
4000 PENDAPAPATAN
4010 PENDAPATAN – Group PRODUK 1
4020 PENDAPATAN – Group PRODUK 2
4030 PENDAPATAN – Group PRODUK 3
4600 Pendapatan Bunga
4700 Penghasilan
4800 Pendapatan Biaya Keuangan
4900 Penjualan Kembali dan Tunjangan
4950 Penjualan Diskon
495001 Line Diskon
495002 Total Diskon
5000 BEBAN POKOK PENJUALAN
5010 HPP – Group PRODUK 1
5020 HPP – Group PRODUK 2
5030 HPP – Group PRODUK 3
5040 HPP - Material
5700 Pengangkutan
5800 Penyesuaian Persediaan
5900 Pembelian Barang dan Tunjangan
5950 Cadangan.
6000 - 7000 BEBAN USAHA
6010 Beban Iklan
6050 Biaya Amortisasi
6150 Beban Hutang Buruk
6200 Biaya Bank
6250 Kas dan Pendek
6300 Beban Komisi
6350 Beban Penyusutan
6.400 Beban Program Manfaat Bagi Karyawan.
6.550 Beban Pengangkutan.
6.600 Beban Hadiah
6650 Asuransi - Umum
6700 Beban Bunga
6750 Biaya Profesional
6800 Beban Lisensi
6850 Biaya Pemeliharaan
6900 Makanan dan Hiburan
6950 Beban Kantor
7000 Payroll Pajak
7050 Percetakan
7150 Pos
7200 Sewa
7.250 Beban Perbaikan
7300 Beban Gaji
7350 Beban Persediaan
7400 Pajak - Beban FIT
7500 Beban Utilitas
7900 Laba/Rugi Penjualan Aktiva




Subledger :


100 GAJI & UPAH
110 Perkecualian
120 Non-Perkecualian
130 Pejabat
140 Insentif
150 Komisi
160 Lembur




200 Tunjangan
210 Alokasi untuk Departemen Lain
220 Bantuan Pendidikan / Pelatihan & Educ
230 Asuransi - Pekerja Proyek
240 Asuransi - Kedokteran & Gigi
250 Asuransi - Kelompok Jaminan Masa Tua
260 Manfaat Karyawan Lainnya Miscellaneous
270 Pajak - PHK




300 Perjalanan
310 Perjalanan Udara (pesawat)
320 Penginapan
330 Makanan
340 Hiburan
350 Sewa otoamtis
360 Beban Otomatis lainnya
370 Konvensi/Seminar
380 Lain-lain
390 Telp/Handphone/pager




400 BEBAN LAIN LAIN-LAIN
410 Hutang Tak Tertagih
420 Biaya Bank
430 Komputer & Software Terkait
440 Kontribusi / Sumbangan
450 Iuran & Langganan
460 Asuransi & Umum
470 Kantor Kebutuhan & Beban
480 Beban Pos dan Materai
490 Beban Pajak & Lisensi




500 Hal Khusus
510 Biaya Periklanan
520 Biaya Hukum
530 Akuntansi
540 Konsultan Biaya
550 Beban Promosi
560 Biaya Rekruitmen
570 Biaya Kontrak Kerja
580 Biaya Pelayanan kebersihan
590 Biaya Keamanan




600 Biaya Sewa
610 Sewa Kantor
620 Sewa Alat Rentals
630 Rentals Peralatan Kantor
640 Sewa Kendaraan Sewa




700 FASILITAS
710 Telepon & Fax
720 Utilitas
730 Listrik
740 Air
750 Perbaikan - Bangunan
760 Perbaikan - Peralatan Kantor
770 Pajak Real Estat




800 NON - KAS BEBAN
810 Amortisasi - Perbaikan kantor disewa
820 Amortisasi - Aktiva tidak berwujud
830 Penyusutan - Bangunan




900 NON PENGHASILAN
910 Pendapatan Bunga
920 Laba (Rugi) Penjualan Investasi
930 Pendapatan Lainnya
900 - 910 Pendapatan Non Operasional  920 Beban Bunga dan Penerbitan Amortisasi Beban Hutang.

Love is...
© " Catatan Sii Bungsu" - Template by Blogger Sablonlari - Font by Fontspace